Kisah Sukses PengusahaToko Bangunan Tanpa Bantuan Orang Tua

Mempunyai orang tua dengan kondisi ekonomi cukup mapan, jangan dijadikan modal untuk mendapatkan kesuksesan pribadi. Banggalah dengan kesuksesan yang dicapai karena hasil jerih payah sendiri. Setidaknya, itulah prinsip yang dipegang teguh oleh seorang pengusaha toko bangunan besar di Kebayoran, Jakarta, Bu Neneng. Meskipun orang tuanya cukup berada karena mempunyai beberapa beberapa kos-kosan eksklusif di Jakarta, bukan berarti ia hanya menengadahkan tangan meminta bantuan orang tua untuk mencapai kesuksesan.
Kisah Sukses Pengusaha Toko Bangunan Tanpa Bantuan Orang Tua

Bahkan, saat masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bekasi, ia sudah mencari uang sendiri dengan bekerja di toko alat bangunan sebagai sales. Di sela-sela jam kuliahnya, ia menawarkan material bangunan langsung ke customer maupun tukang-tukang bangunan. Tak heran jika banyak pengusaha toko bangunan, pengawas lapangan, mandor, dan tukang bangunan yang mengenalnya.

Setelah lulus kuliah dan merasa bosan dengan pekerjaannya, ia bertekad ingin menjadi Pengusaha toko bangunan yang sekses dengan mendirikan usaha toko bangunan sendiri. Dengan bermodalkan dari hasil jerih payahnya bekerja selama ini, ditambah dengan penjualan motornya, ia membuka toko bangunan kecil-kecilan. Ia sama sekali tidak meminta bantuan modal kepada orang tuanya. Ia hanya meminta doa agar usahanya dapat berjalan dengan lancar. Baginya, doa orang tua sudah lebih dari cukup untuk membuat usahanya menjadi sukses.

Sebagai langkah awal menjadi pengusaha toko bangunan, ia masih menghubungi beberapa relasi pengawas lapangan, mandor, dan tukang bangunan yang dikenalnya untuk memperkenalkan toko miliknya sendiri. Karena sudah banyaknya relasi yang ia punyai, tak heran jika lama kelamaan toko bangunannya mempunyai banyak konsumen. Karyawan yang semula hanya dua orang, kini ditambah. Beberapa barang dagangan juga semakin dilengkapi. Tidak hanya itu, beberapa tahun kemudian, ia juga sudah mampu membeli mobil pick-up untuk mengantar pesanan konsumen.

Setelah menikah dengan seorang pegawai sekolah, usahanya semakin berkembang. Tidak hanya menyediakan stok material seperti semen,genteng,cat dan pintu kamar mandi DLL, Bu Neneng juga memproduksi sendiri berbagai barang bangunan, seperti paving blok, bata merah, asbes, kayu, batako, hebel, dan banyak lagi. Kini, jumlah karyawannya sudah 24 orang. Tokonya juga menjadi toko bangunan terbesar di Kemayoran dan menjadi ritel dari toko-toko bangunan kecil di sekitarnya. Selain dua mobil pick-up, ia juga sudah mempunyai dua buah truk. Bahkan, tidak hanya itu, dua mobil pribadi cukup mewah dan tiga motor pun kini dimilikinya berkat kemajuan dari usaha tersebut.

Baca Juga Artikel Berikut Ini :  Langkah-Langkah Meningkatkan Penjualan Usaha Toko Bangunan

Kisah sukses Bu Neneng menjadi pengusaha toko bangunan ini memberi gambaran betapa kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja. Apa pun kondisi orang tua, baik berkecukupan maupun kekurangan, siapa pun mempunyai peluang sukses yang sama asalkan kita tekun menjalankannya dan mengunakan cara-cara yang sesuai seperti yang lakukan oleh bu neneng dengan saat membuka usaha toko bangunan . seperti artikel berikut ini (klilk disini). Jangan pernah mengharapkan bantuan dari orang tua. Kepuasan akan sangat terasa jika kesuksesan yang dicapai merupakan hasil jerih payah sendiri, bukan bantuan orang lain. Ingat, berusahalah terus tanpa putus asa untuk menggapai impian Anda!

Leave a Reply